SEKOLAH BERKARAKTER & BERPRESTASI

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Pada perlombaan GESIT yang telah diadakan pada Sabtu, 08 Februari 2025 hingga Minggu, 09 Februari 2025 seksi bidang OSIS Informasi dan Komunikasi berkesempatan untuk meliput perlombaan GESIT 2025. Kami meliput beberapa subjek dari sudut pandang Siswa/siswi, Orang tua, Guru, serta dari sudut pandang OSIS SMPN 2 PARE. Lalu apa pendapat mereka mengenai perlombaan GESIT? Penasaran? Yuk baca sampai akhir!!

  1. Narasumber yang pertama Bernama Pak  Subianto, beliau merupakan salah satu guru di SDN PLOSOKIDUL kecamatan Pulosari. Di sini Pak Subianto berperan untuk mengantar anak didiknya untuk mengikuti perlombaan di bidang akademis, yakni IPA dan Matematika. Beliau menyutujui untuk mendampingi siswa/siswinya dalam mengikuti perlombaan GESIT dikarenakan “DI SMPN 2 PARE ini kan sangat maju dan siswa-siswanya berprestasi. Jadi biar anak-anak pengalamannya lebih berkembang lagi..” ujar Pak Subianto. Menurut beliau, SMPN 2 PARE dapat membawa dampak positif bagi siswa/siswi. Terutama bagi siswa/siswi berprestasi yang dapat masuk SMPN 2 PARE sehingga Pendidikan lebih maju lagi untuk menuju Indonesia Emas. Pak subianto senang dan bangga sekali jika siswa/siswinya mendapatkan golden tiket melalui perlombaan GESIT ini, “tentunya saya sangat senang dan bangga sekali, karena kita sebagai guru pastinya senang kalau siswanya mendapatkan juara, begitu juga bagi orang tua siswa” ujar beliau.
  2. Pada narasumber yang kedua & tiga, kami mewawancarai dua siswa peserta GESIT 2025. Mereka berdua Bernama Fadil dan Alif yang berasal dari SDN PARE 2, mereka tinggal di “JLN. TEUKU UMAR dan JLN. MERPATI LAMONG” ujar Fadil dan Alif. Pada perlombaan ini, Fadil mengikuti bidang akademis yakni IPS dan Alif mengikuti bidang akademis yakni IPA. “Apasih motivasi kalian untuk ikut GESIT?” tanya Theresia selaku pewawancara. “Biar dapat pengalaman sama Golden Tiket” jawab Fadil. Mereka lebih memilih untuk bersekolah di SMPN 2 PARE dikarenakan beberapa hal, yakni saran orang tua, karena paling bagus, karena memang sudah berkeinginan masuk SMPN 2 PARE dan lain-lain.
  3. Pada narasumber yang empat, kami mewawancarai salah satu peserta lomba IPA yang Bernama Noy. Ia berasal dari SDK SANTA MARIA PARE   dan tinggal di JLN. MALANG, NO.360 KANDANGAN. Noy lebih memilih untuk mengikuti lomba di bidang IPA dikarenakan IPA berkaitan denga napa yang di cita-citakan yakni untuk menjadi “Dokter”. Menurut Noy, Ia  akan sangat senang jikalau bisa memperoleh Golden Tiket karena hal tersebut dapat mempermudah Noy untuk bergabung di SMPN 2 PARE.
  4.  Pada narasumber yang ke lima, kami mewawancarai salah satu pengurus inti OSIS yakni Kak Meytha selaku bendahara OSIS SMPN 2 PARE. Kak Meytha beralamat di Dusun Balong Mayar, Krecek, Badas. “Menurut kak Meytha, mengapa harus GESIT dilaksanakan setiap tahun?” tanya Theresia. “Supaya dapat menumbuhkan anak-anak berprestasi di SMPN 2 PARE” jawab kak Meytha. Perasaannya Ketika bisa menjadi panitia di GESIT 2025 ini tentunya bangga, serta terdapat beberapa pesan yang diungkapkan untuk memperbaiki acara GESIT 2025 agar semaki lebih baik lagi di tahun selanjutnya, yakni “Untuk panitianya harus lebih inisiatif untuk bertanya..”
  5. Di Narasumber yang terakhir kami mewawancarai seorang siswi yang Bernama Keyla, Keyla merupakan siswi dari SDN PELEM 1 yang mengikuti perlombaan akademik di bidang IPA. Ia beralamat di PELEM JLN.KRAKATAU NO.50. Motivasi Keyla dalam mengikuti perlombaan ini adalah untuk lebih ingin mengasah kemampuan. Ia ingin memperoleh Golden Tiket karena Keyla memiliki keinginan untuk bersekolah di SMPN 2 PARE untuk di jenjang selanjutnya.

Wah!! Jadi ini semua adalah pendapat mereka mengenai perlombaan yang telah diadakan SMPN 2 PARE, yang tak lain tak bukan adalah perlombaan Gema Siswa Prestasi (GESIT) 2025. Dari pendapat mereka kita dapat mengetahui antusias yang tinggi dari siswa/siswi peserta, orang tua, OSIS SMPN 2 PARE, dll….

Kiranya dengan diadakannya perlombaan GESIT 2025, seluruh siswa/siswi peserta GESIT 2025 dapat menjadi anak yang lebih berprestasi dan dapat mengembangkan ide dan bakatnya masing-masing di manapun mereka berada. Serta semoga di Perlombaan GESIT selanjutnya dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semakin banyak siswa berprestasi dengan antusias yang tinggi dalam mengikuti perlombaan ini.

Sekian dari saya, apabila terdapat beberapa kekurangan saya memohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih juga bagi seluruh peserta dan orang tua yang sudah mau berkontribusi dengan baik di perlombaan GESIT 2025. Terima kasih. -Shanie Windsong

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *