Cerita Ibu Guru Yuni, Ajak Murid Tulis Surat untuk Mas Bupati Kediri

https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6884809/cerita-ibu-guru-yuni-ajak-murid-tulis-surat-untuk-mas-bupati-kediri.

Jakarta – Ini Yuni Kuswidarti, seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Agar belajar berpikir kritis, ia mengajak siswanya menulis surat untuk “Mas Bupati” Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.
Yuni menyampaikan praktik baiknya di acara Temu Pendidik Nusantara X di SMA Negeri 2 Pare, Kediri, Sabtu (19/8/2023). Acara ini digelar oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara Kediri, berkolaborasi dengan Cerita Guru Belajar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Ia bercerita, proses surat-menyurat itu jadi siasatnya meningkatkan kemampuan daya kritis murid-murid sambil mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi. Dengan kegiatan “Menulis Surat untuk Mas Bupati”, ia berharap siswanya bisa menjadi penemu solusi untuk masalah di sekitarnya.

“Meskipun kegiatan surat menyurat memang sudah jarang diminati, namun pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, korespondensi masih menjadi salah satu kompetensi esensial yang harus dikuasai murid”, terang Yuni, dikutip dari keterangannya.

Menulis Surat untuk Bupati
Yuni menuturkan, para siswa rupanya mengangkat topik beragam dalam surat-surat mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap murid memiliki potensi besar untuk perbaikan kondisi Kabupaten Kediri. Sebab, para siswa juga menawarkan solusi terkait masalah yang mereka temukan.

Melalui pembelajaran ini, Yuni berharap agar murid-muridnya bisa terus berpikir kritis dengan cara dan penyampaian yang tepat pula.

“Bahkan sebagian besar murid ternyata mencoba menawarkan solusi atas permasalahan yang ditemukan. Saya terus berharap, murid-murid saya bisa kritis dengan cara yang tepat,” tuturnya.

Pembelajaran Berdiferensiasi Pakai Surat
Pembelajaran berdiferensiasi adalah teknik instruksional dengan guru menerapkan berbagai metode pengajaran sesuai kebutuhan dan minat siswa. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan individual setiap siswa, seperti pengetahuan yang ada, gaya belajar, minat, dan pemahaman terhadap mata pelajaran, seperti dikutip dari laman Balai Guru Penggerak Sumatera Selatan (BGP Sumsel).

Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk menciptakan kesetaraan belajar bagi semua siswa dan menjembatani kesenjangan belajar. Hal itulah yang digarisbawahi Yuni.

Menurutnya, murid-murid di bawah kewenangannya ini masih mengalami kesulitan untuk merangkai kalimat surat. Oleh karena itu, ia memfasilitasi pembelajaran dengan membuat tahapan yaitu:

1. Berkelompok
Agar lebih mempermudah pekerjaan, murid dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk didiskusikan dan dikerjakan bersama.

LKPD itu sudah berisi contoh-contoh surat untuk tokoh masyarakat dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Tingkatnya dibedakan berdasarkan bahasa maupun isi suratnya.

2. Memberi instruksi
Metode diferensiasi memungkinkan Yuni untuk memberikan instruksi agar murid lebih mudah menulis surat. Kali ini, surat para siswa ditujukan pada sang bupati yang akrab disapa sebagai Mas Dhito.

Pada tahap ini, disampaikan panduan “Menulis Surat untuk Mas Bupati” dengan beberapa pertanyaan High Order Thinking Skill (HOTS). Murid secara merdeka memilih pertanyaan yang bisa didiskusikan bersama kelompoknya.

Beberapa pertanyaan tersebut yakni, “Apa masalah yang kamu temukan di sekitarmu?”, “Apakah ada sesuatu di sekitarmu yang mengganggu?”, dan “Apa yang ingin kamu ketahui lebih jauh tentang Kabupaten Kediri atau Bupati Kediri?”

3. Tambahkan aktivitas
Untuk memperdalam jawaban dari pertanyaan sebelumnya, Yuni memberikan tiga pilihan aktivitas yaitu observasi, wawancara, atau mencari referensi. Di tahap ini, Yuni menerapkan diferensiasi proses.

“Dalam setiap prosesnya, saya mendampingi murid dengan memberi umpan balik. Di sini murid berpikir kritis dan belajar merangkai argumen. Dengan disediakan tiga pilihan aktivitas untuk mengumpulkan informasi, ternyata membuat uraian argumen sebagian murid cukup dalam dan luas,” ungkap Yuni.

4. Menulis surat
Yang terakhir yaitu proses aktualisasi. Murid diajak mulai menulis surat untuk sang bupati. Dari surat-surat itulah, sang Ibu Guru Yuni mendapati para murid sangat bisa diajak berpikir kritis terhadap masalah di sekitarnya.